PENGERTIAN SOSIOLOGI KOMUNIKASI
Menurut
Soejono Soekanto, sosiologi komunikasi merupakan ke khususan sosiologi
mempelajari interaksi sosial. Interaksi sosial merujuk pada suatu hubungan atau
komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh mempengaruhi antar para
individu, individu dengan kelompok maupun antarkelompok, juga memilik kaitan
publik speaking yaitu bagaimana seorang berbicara kepada publik.
Sosiologi komunikasi merupakan studi multidisipliner yang melibatkan beberapa cabang ilmu, terutama cabang ilmu komunikasi dan ilmu sosial. Hal ini bisa dilihat dari kajian komunikasi sosial yang secara umum membahas keterkaitan antara proses komunikasi dan proses sosial yang berlangsung dalam sistem sosial.[1]
Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa sosiologi komunikasi yaitu ilmu yang mempelajari tentang ilmu komunikasi ditinjau dari segi sosiologis atau kemasyarakatan.
Para
ahli mengemukakan bahwa komunikasi masyarakat yang menjadi titik tolak
sosiologi komunikasi dijelaskan sebagai berikut :
a.
Komunikasi
antarpribadi, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh individu dengan individu
lainnya
b.
Komunikasi
kelompok, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh beberapa orang dalam kelompok
kecil.
c.
Komunikasi
organisasi, yaitu lebih merujuk pada pola dan bentu komunikasi yang terjadi
dalam konteks jaringan organisasi.
d.
Komunikasi
sosial, yaitu bentuk komunikasi yang lebih intensif terjadi secara langsung
antara komunikator dan komunikan sehingga komunikasi berlangsung dua arah.
e.
Komunikasi
massa, yaitu komunikasi yang berlangsung di tingkat masyarakat secara luas.[2]
ALIRAN PEMIKIRAN YANG MELAHIRKAN PARADIGMA SOSIOLOGI
KOMUNIKASI
·
Struktural-Fungsional
Struktur-Fungsioal lebih mengarah ke
Posotifistik atau lebih melihat kearah terukur bagaimana masyarakat dapat
terukur. Dengan para tokoh sosiologi :
1.
Augeste Comte
2.
Emile Durkheim
3.
Tlcot Parson
4.
Robert K. Merton
·
Konflik-Kritis
Lebih kepada kritikel atau artinya lebih
melihat fenomena komunikasi seperti suatau yang apaadanya. Artinya, ada
kepentingan dibalik itu. Dengan para tokoh sosiologi :
1.
Karl Marx
2.
Jurgen Habermas
3.
John Dewey
KONSEP DAN RUANG
LINGKUP SOSIOLOGI KOMUNIKASI
Secara umum
terdapat 6 ruang lingkup dalam sosiologi komunikasi yang dijelaskan sebagai
berikut :
1.
Telematika dan
Realitas
Segala interaksi atau komunikasi dapat
berupa telematika dan realitas yang menyangkut persoalan teknologi media yang
berpengaruh dengan perkembangan media masa.
2.
Efek Media
Perangkat kehidupan masyarakat yang
awalnya bersifat agraris berubah menjadi kota.
3.
Norma Sosial
Baru
Manusia mulai mengalami pola hidup yang
mulai bergeser, sehingga masyarakat mengalami pergeseran norma sosial hingga
menjadi norma baru.
4.
Cyber Community
Masyarakat mulai bergeser membentuk
komunitas yang berteknologi atau berkomunikasi melalui media teknologi.
5.
Perubahan Sosial
dan Komunikasi
Perubahan pada masyarakat yang mulai
terasa, sehingga yang dekat merasa jauh dan yang jauh merasa dekat karena
berkomunikasi melalui media masa.
6.
Hukum Bisnis
Media
Faktor perubahan sosial dan komunikasi yang akhirnya
menyebabkan munculnya hukum atau undang-undang IT.
Sedangkan menurut Burhan Bugin, terdapat 4 konsep
sekaligus ruang lingkup sosiologi komunikasi, yaitu:
a.
Sosiologi
Secara khusus kata sosial bertujuan
untuk mengartikan semua hal yang berhubungan dengan berbagai kejadian dalam
masyarakat, yaitu persekutuan atau perkumpulan manusia dalam meraih tujuan dan
memperbaiki kehidupan bersama.
Sosiologi sendiri adalah ilmu yang
mempelajari masyarakat,interaksi dan prosesyang melestarikan dan mengubahnya.
b.
Masyarakat
Sekelompok manusia yang hidup
berdampingan di suatu wilayah dan berhubungan saling timbal balik.
c.
Komunikasi
Media penyampaian pesan yang terdiri
dari beberapa unsur yakni komunikator, pesan, media, komunikan dan efek.
d.
Teknologi Media
Informasi
Media yang berupa online, cetak atau
dari mulut ke mulut untuk menyampaikan suatu informasi. [3]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar