Pengertian Sistem Komunikasi dan Sistem Jaringan
Sistem komunikasi merupakan suatu peralatan yang
mampu digunakan untuk menghubungkan seseorang dengan orang lain yang terpisah
jarak dan waktu. Sedangkan, yang dimaksud dengan sistem jaringan merupakan system yang digunakan untuk menggabungkan dua
jaringan atau lebih yang terdapat dalam jaringan komputer atau perangkat
sehingga dapat bertukar maupun berbagi data.
Alat komunikasi yang digunakan dapat berupa dalam
berbagai hal berikut :
1.
Informasi Audio
Adalah penyampaian informasi melalui
atau berupa suara
2.
Informasi Visual
Penyampaian informasi berupa gambar
3.
Informasi Audio Visual
Penyampaian informasi berupa gabungan
dari gambar dan suara
4.
Informasi Teks
Penyampaian informasi berupa teks atau
tulisan
·
Membangun Komunikasi dan Relasi
Menurut KBBI, Relasi berarti hubungan; perhubungan;
pertalian. Jika digambarkan relasi merupakan suatau tindakan untuk menjalin
suatu hubungan dengan orang lain baik teman, keluarga, rekan atau yang lainnya.
Komunikasi yang baik dapat digunakan untuk membangun
hubungan yang baik dengan orang lain. Umumnya komunikasi dilakukan secara lisan
atau verbal yang dapat dimengerti oleh satu sama lain saat melakukan kegiatan
komunikasi.
Ciri-ciri komunikasi terbagi menjadi lima yaitu :
1.
Lisan dan
tulisan
2.
Verbal dan
non-verbal
3.
Atas, bawah dan
samping
4.
Formal dan
informal
5.
Satu arah dan
dua arah
Menurut Harold
D. Lasswell, seorang peletak dasar ilmu komunikasi menyebutkan terdapat tiga
fungsi dasar manusia dalam berkomunikasi, yaitu hasrat manusia untuk mengontrol
lingkungannya, upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan, dan
upaya manusia untuk melakukan transformasi warisan sosialisasinya.
Ketiga fungsi tersebut
menjadi patokan dasar bagi setiap individu dalam menjalin hubungan dengan
sesama anggota masyarakat. Sehingga saat ini keberhasilan dan kegagalan
seseorang dalam mencapai sesuatu yang diinginkan termasuk karir, banyak
ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi.[1]
·
Komunikasi Antarpersonal
Komunikasi antarpersonal lebih merujuk kepada
bagaimanasuatu hubungan dimulai dan bagaimana mempertahankan suatu hubungan
itu.
Terdapat empat bentuk komunikasi antarpersonal,
yaitu :
·
Inescapeble
Komunikasi antarperonal tidak dapat
dihindari. Artinya, setiap umat manusia pasti akan melakukan yang namanya
komunikasi.
·
Irreversible
Komunikasi antarpersonal tidak dapat
ditarik kembali. Artinya, segala sesuatu yang diucapkan kepada orang lain tidak
dapat ditarik kembali, maka sebelum kita melakukan komunikasi harusnya dapat
memilah apa yang akan kita sampaikan kepada lawan komunikasi.
·
Complicated
Komunikasi antarpesonal itu rumit karena
melibatkan diri seorang yang harus dipersepsi baik oleh diri sendiri maupun
orang lain.
·
Contextual
Komunikasi antarpersoal kontekstual
seperti onteks psikologi, budaya, lingkungan dan konteks hubungan.
Komunikasi
antarpersonal dilakukan dengan tujuan untuk memahami dan dipahami oleh orang
lain dan juga ingin diterima oleh orang lain yang mungkin memperoleh sesuatu
yang dapat dikerjakan secara bersam-sama.
·
Komunikasi Interpersonal
Secara kontekstual komunikasi antarpribadi digunakan
sebagai alat komunikasi antara dua individu atau sedikit individu yang mana
saling berinteraksi antar kedua belah pihak sehingga yang dikomunikasikan dapat
dimengerti dan dilaksanakan.[2]
Judi C. Pearson (1983) menyebutkan bahwa ada 6
(enam) karakteristik yang menentukan kegiatan dapat disebut sebagai komunikasi
antarpribadi yaitu:
1. Komunikasi
pribadi dimulai dari diri sendiri (self). Maksudnya, berbagai persepsi
komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri
kita, artinya dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita.
2. Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional.
Anggapan ini mengacu pada tindakan pihak-pihak yang berkomunikasi secara
serempak menyampaikan dan menerima pesan.
3. Komunikasi
antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi.
Maksudnya komunikasi antarpribadi tidak hanya berkenaan dengan isi pesan yang
dipertukarkan, tetapi juga melibatkan siapa patner komunikasi kita dan
bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut.
4. Komunikasi
antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang
berkomunikasi.
5. Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak
yang saling tergantung satu dengan lainnya (interdependen) dalam proses
komunikasi.
6. Komunikasi
antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah mengucapkan
sesuatu kepada partner komunikasi kita, mungkin kita dapat meminta maaf dan
diberi maaf, tetapi itu tidak berarti menghapus apa yang pernah kita ucapkan.
Demikian pula kita tidak dapat mengulang suatu pernyataan dengan harapan untuk
mendapatkan hasil yang sama, karena dalam proses komunikasi antar manusia, hal
ini akan sangat tergantung dari respons partner komunikasi kita.[3]
·
Kegiatan dan Peran Media Relation
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh
public relation yaitu :
1.
Press Conference
Hal yang dilakukan untuk klarifikasi
atau memberikan informasi kepada pers yang akan disampaikan kepada khalayak.
2.
Press Briefing
Hal yang dilakukan oleh para pejabat
perusahaan untuk memberikan informasi kepada jurnalis. Pada hal ini para
pejabat memiliki visi dan misi serta akan mempromosikan program-program dari
perusahaan kepada pers.
3.
Press Tour
Dalam hal ini jurnalis datang dan diajak
berkeliling dalam perusaahaan.
4.
Press Release
Seorang Public Relation harus pandai
membuat release
5.
Special Event
Diadakan saat perusahaan meluncurkan
produk, perusahaan baruataupun acara perusahaan yang dilakukan tanpa memungut
biaya.
6.
Press Luncheon
Mengundang jurnalis untuk makan siang
bersama guna membuat koneksi anatara pemilik perusahaan dan pers
7.
Press Interview
Hal ini dilakukan oleh pejabat suatu perusahaan
dengan pers untuk melakukan wawancara atau interview yang bersifat personal
atau pribadi.
Daftar Rujukan
(Cangara, H.
Hafied. Pengantar ilmu komunikasi edisi
revisi. PT. Rajagrafindo Persada. 2009 https://www.academia.edu/download/58756905/Resensi_Buku_Pengantar_Ilmu_Komunikasi_Cangara.pdf
diakses pada 19/03/2021)
(Daryono. KOMUNIKASI
ANTARPRIBADI PUSTAKAWAN DENGAN PEMUSTAKA DALAM MEMBERI LAYANAN JASA DI
PERPUSTAKAAN. Jurnal Vol.1 No 33 Januari-Juni 2017 http://repository.unib.ac.id/16825/1/Komunikasi%20antar%20pribadi.pdf diakses pada 19/03/2021)
(Sendjaya, S.
Djuarsa. Teori Komunikasi. Jakarta:
Universitas Terbuka, 1994. http://repository.ut.ac.id/4413/3/SKOM4204-M1.pdf diakses pada 19/03/2021)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar