Minggu, 20 Juni 2021

MODUL


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah penulis panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah swt yang senantiasamemberikan rahmat serta hidayahnya sehingga saya dapat menulis modul ini dengan sebaik mungkin.

Modul ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas akhir mata kuliah sosiologi komunikasi yang di ampu oleh Abu Amar Bustomi, M.Si selaku dosen mata kuliah tersebut. modul ini juga disusun untuk membantu dalam pembelajaran. Modul ini berisikan beberapa materi dasar yang dapat membantu dalam perkuliahan komunikasi.

Dibalik penyelesaian modul ini saya ucapkan banyak terimakasih terutama kepada bapak Abu Amar Bustomi, M.Si yang telah memberikan materi pembelajaran yang bermanfaat serta untuk teman-teman semua yang memberikan semangat. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan, untuk itu penulis menerima kritik dan saran. Mudah–mudahan modul ini dapat memberikan manfaat untuk pelajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sidoarjo, 20 Juni 2021           

 

 

 

                                                                                    Penulis


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR.. ii

DAFTAR ISI. iii

BAB I PENGERTIAN KOMUNIKASI SOSIOLOGI DAN RUANG LINGKUP.. 1

PENGERTIAN SOSIOLOGI KOMUNIKASI. 2

ALIRAN PEMIKIRAN YANG MELAHIRKAN PARADIGMA SOSIOLOGI KOMUNIKASI  2

KONSEP DAN RUANG LINGKUP SOSIOLOGI KOMUNIKASI. 3

BAB II PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI, RELASI KOMUNIKASI antar PERSONAL & KOMUNIKASI INTERPERSONAL.. 5

PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI DAN SITEM JARINGAN.. 6

MEMBANGUN KOMUNIKASI DAN RELASI. 6

KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL.. 7

KOMUNIKASI INTERPERSONAL.. 7

KEGIATAN DAN PERAN MEDIA RELATION.. 8

BAB III KOMUNIKASI DAN MEDIA MASSA.. 9

KOMUNIKASI MASSA.. 10

MEDIA MASSA.. 11

BAB IV TEORI KOMUNIKASI KONTEPORER.. 13

PENGERTIAN TEORI. 14

PENGERTIAN KOMUNIKASI KONTEPORER.. 14

MODEL DAN JENIS KOMUNIKASI KONTEPORER.. 14

BAB V PERILAKU KOLEKTIF.. 16

PENGERTIAN PERILAKU KOLEKTIF. 17

TEORI-TEORI PERILAKU KOLEKTIF. 17

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU KOLEKTIF. 18

PENGERTIAN GERAKAN SOSIAL.. 18

BAB VI  PERUBAHAN SOSIAL.. 19

PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL.. 20

KONSEP PERUBAHAN SOSIAL.. 20

BETUK PERUBAHAN SOSIAL.. 21

BAB VII PERUBAHAN KEBUDAYAAN.. 22

PENGERTIAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN.. 23

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN.. 23

FAKTOR PERUBAHAN KEBUDAYAAN.. 24

DAFTAR PUSTAKA.. 25

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 


 

BAB I

PENGERTIAN SOSIOLOGI KOMUNIKASI DAN RUANG LINGKUP


 

A.    PENGERTIAN SOSIOLOGI KOMUNIKASI

 

Menurut Soejono Soekanto, soisologi komunikasi merupakan ke khususan sosiologi mempelajari interaksi sosial. Interaksi sosial merujuk pada suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh mempengaruhi antar para individu, individu dengan kelompok maupun antarkelompok, juga memilik kaitan public speaking yaitu bagaimana seorang berbicara kepada publik.

 

Sosiologi komunikasi merupakan studi multidisipliner yang melibatkan beberapa cabang ilmu, terutama cabang ilmu komunikasi dan ilmu sosial. Hal ini bisa dilihat dari kajian komunikasi sosial yang secara umum membahas keterkaitan antara proses komunikasi dan proses sosial yang berlangsung dalam sistem sosial.

 

Dengan begitu, bisa disimpulkan bahwa sosiologi komunikasi yaitu ilmu yang mempelajari tentang ilmu komunikasi ditinjau dari segi sosiologis atau kemasyarakatan.

 

Para ahli mengemukakan bahwa komunikasi masyarakat yang menjadi titik tolak sosiologi komunikasi dijelaskan sebagai berikut :

a.       Komunikasi antarpribadi, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh individu dengan individu lainnya

b.      Komunikasi kelompok, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh beberapa orang dalam kelompok kecil.

c.       Komunikasi organisasi, yaitu lebih merujuk pada pola dan bentu komunikasi yang terjadi dalam konteks jaringan organisasi.

d.      Komunikasi sosial, yaitu bentuk komunikasi yang lebih intensif terjadi secara langsung antara komunikator dan komunikan sehingga komunikasi berlangsung dua arah.

Komunikasi massa, yaitu komunikasi yang berlangsung di tingkat masyarakat secara luas.

 

B.     ALIRAN PEMIKIRAN YANG MELAHIRKAN PARADIGMA SOSIOLOGI KOMUNIKASI

 

·         Struktural-Fungsional

Struktur-Fungsioal lebih mengarah ke Posotifistik atau lebih melihat kearah terukur bagaimana masyarakat dapat terukur. Dengan para tokoh sosiologi :

1.      Augeste Comte

2.      Emile Durkheim

3.      Tlcot Parson

4.      Robert K. Merton

·         Konflik-Kritis

Lebih kepada kritikel atau artinya lebih melihat fenomena komunikasi seperti suatau yang apaadanya. Artinya, ada kepentingan dibalik itu. Dengan para tokoh sosiologi :

1.      Karl Marx

2.      Jurgen Habermas

3.      John Dewey

 

C.    KONSEP DAN RUANG LINGKUP SOSIOLOGI KOMUNIKASI

Secara umum terdapat 6 ruang lingkup dalam sosiologi komunikasi yang dijelaskan sebagai berikut :

1.      Telematika dan Realitas

Segala interaksi atau komunikasi dapat berupa telematika dan realitas yang menyangkut persoalan teknologi media yang berpengaruh dengan perkembangan media masa.

2.      Efek Media

Perangkat kehidupan masyarakat yang awalnya bersifat agraris berubah menjadi kota.

3.      Norma Sosial Baru

Manusia mulai mengalami pola hidup yang mulai bergeser, sehingga masyarakat mengalami pergeseran norma sosial hingga menjadi norma baru.

4.      Cyber Community

Masyarakat mulai bergeser membentuk komunitas yang berteknologi atau berkomunikasi melalui media teknologi.

5.      Perubahan Sosial dan Komunikasi

Perubahan pada masyarakat yang mulai terasa, sehingga yang dekat merasa jauh dan yang jauh merasa dekat karena berkomunikasi melalui media masa.

6.      Hukum Bisnis Media

Faktor perubahan sosial dan komunikasi yang akhirnya menyebabkan munculnya hukum atau undang-undang IT.

Sedangkan menurut Burhan Bugin, terdapat 4 konsep sekaligus ruang lingkup sosiologi komunikasi, yaitu:

a.       Sosiologi

Secara khusus kata sosial bertujuan untuk mengartikan semua hal yang berhubungan dengan berbagai kejadian dalam masyarakat, yaitu persekutuan atau perkumpulan manusia dalam meraih tujuan dan memperbaiki kehidupan bersama.

Sosiologi sendiri adalah ilmu yang mempelajari masyarakat,interaksi dan prosesyang melestarikan dan mengubahnya.

b.      Masyarakat

Sekelompok manusia yang hidup berdampingan di suatu wilayah dan berhubungan saling timbal balik.

c.       Komunikasi

Media penyampaian pesan yang terdiri dari beberapa unsur yakni komunikator, pesan, media, komunikan dan efek.

d.      Teknologi Media Informasi

Media yang berupa online, cetak atau dari mulut ke mulut untuk menyampaikan suatu informasi


 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI, RELASI KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL & KOMUNIKASI INTERPERSONAL


A.    PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI DAN SITEM JARINGAN

Sistem komunikasi merupakan suatu peralatan yang mampu digunakan untuk menghubungkan seseorang dengan orang lain yang terpisah jarak dan waktu. Sedangkan, yang dimaksud dengan sistem jaringan merupakan  system yang digunakan untuk menggabungkan dua jaringan atau lebih yang terdapat dalam jaringan komputer atau perangkat sehingga dapat bertukar maupun berbagi data.

 

Alat komunikasi yang digunakan dapat berupa dalam berbagai hal berikut :

 

1.       Informasi Audio

Adalah penyampaian informasi melalui atau berupa suara

2.       Informasi Visual

Penyampaian informasi berupa gambar

3.      Informasi Audio Visual

Penyampaian informasi berupa gabungan dari gambar dan suara

4.      Informasi Teks

Penyampaian informasi berupa teks atau tulisan

 

B.     MEMBANGUN KOMUNIKASI DAN RELASI

Menurut KBBI, Relasi berarti hubungan; perhubungan; pertalian. Jika digambarkan relasi merupakan suatau tindakan untuk menjalin suatu hubungan dengan orang lain baik teman, keluarga, rekan atau yang lainnya.

Komunikasi yang baik dapat digunakan untuk membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh satu sama lain saat melakukan kegiatan komunikasi.

 

Ciri-ciri komunikasi terbagi menjadi lima yaitu :

1.    Lisan dan tulisan

2.    Verbal dan non-verbal

3.    Atas, bawah dan samping

4.    Formal dan informal

5.    Satu arah dan dua arah

 

Menurut Harold D. Lasswell, seorang peletak dasar ilmu komunikasi menyebutkan terdapat tiga fungsi dasar manusia dalam berkomunikasi, yaitu hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya, upaya manusia untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan, dan upaya manusia untuk melakukan transformasi warisan sosialisasinya.

 

Ketiga fungsi tersebut menjadi patokan dasar bagi setiap individu dalam menjalin hubungan dengan sesama anggota masyarakat. Sehingga saat ini keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam mencapai sesuatu yang diinginkan termasuk karir, banyak ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi.


 

C.    KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL

Komunikasi antarpersonal lebih merujuk kepada bagaimanasuatu hubungan dimulai dan bagaimana mempertahankan suatu hubungan itu.

Terdapat empat bentuk komunikasi antarpersonal, yaitu :

 

·      Inescapeble

Komunikasi antarperonal tidak dapat dihindari. Artinya, setiap umat manusia pasti akan melakukan yang namanya komunikasi.

·      Irreversible

Komunikasi antarpersonal tidak dapat ditarik kembali. Artinya, segala sesuatu yang diucapkan kepada orang lain tidak dapat ditarik kembali, maka sebelum kita melakukan komunikasi harusnya dapat memilah apa yang akan kita sampaikan kepada lawan komunikasi.

·      Complicated

Komunikasi antarpesonal itu rumit karena melibatkan diri seorang yang harus dipersepsi baik oleh diri sendiri maupun orang lain.

·      Contextual

Komunikasi antarpersoal kontekstual seperti onteks psikologi, budaya, lingkungan dan konteks hubungan.

 

Komunikasi antarpersonal dilakukan dengan tujuan untuk memahami dan dipahami oleh orang lain dan juga ingin diterima oleh orang lain yang mungkin memperoleh sesuatu yang dapat dikerjakan secara bersam-sama.

 

D.    KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Secara kontekstual komunikasi antarpribadi digunakan sebagai alat komunikasi antara dua individu atau sedikit individu yang mana saling berinteraksi antar kedua belah pihak sehingga yang dikomunikasikan dapat dimengerti dan dilaksanakan.[2]

Judi C. Pearson (1983) menyebutkan bahwa ada 6 (enam) karakteristik yang menentukan kegiatan dapat disebut sebagai komunikasi antarpribadi yaitu:

 

1.      Komunikasi pribadi dimulai dari diri sendiri (self). Maksudnya, berbagai persepsi komunikasi yang menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri kita, artinya dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita.

 

2.       Komunikasi antarpribadi bersifat transaksional. Anggapan ini mengacu pada tindakan pihak-pihak yang berkomunikasi secara serempak menyampaikan dan menerima pesan.

 

 

3.      Komunikasi antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Maksudnya komunikasi antarpribadi tidak hanya berkenaan dengan isi pesan yang dipertukarkan, tetapi juga melibatkan siapa patner komunikasi kita dan bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut.

 

4.      Komunikasi antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang berkomunikasi.

 

 

5.      Komunikasi antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya (interdependen) dalam proses komunikasi.

 

6.      Komunikasi antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah mengucapkan sesuatu kepada partner komunikasi kita, mungkin kita dapat meminta maaf dan diberi maaf, tetapi itu tidak berarti menghapus apa yang pernah kita ucapkan.

Demikian pula kita tidak dapat mengulang suatu pernyataan dengan harapan untuk mendapatkan hasil yang sama, karena dalam proses komunikasi antar manusia, hal ini akan sangat tergantung dari respons partner komunikasi kita.

E.     KEGIATAN DAN PERAN MEDIA RELATION

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh public relation yaitu :

 

1.       Press Conference

Hal yang dilakukan untuk klarifikasi atau memberikan informasi kepada pers yang akan disampaikan kepada khalayak.

2.      Press Briefing

Hal yang dilakukan oleh para pejabat perusahaan untuk memberikan informasi kepada jurnalis. Pada hal ini para pejabat memiliki visi dan misi serta akan mempromosikan program-program dari perusahaan kepada pers.

3.      Press Tour

Dalam hal ini jurnalis datang dan diajak berkeliling dalam perusaahaan.

4.      Press Release

Seorang Public Relation harus pandai membuat release

5.      Special Event

Diadakan saat perusahaan meluncurkan produk, perusahaan baruataupun acara perusahaan yang dilakukan tanpa memungut biaya.

6.      Press Luncheon

Mengundang jurnalis untuk makan siang bersama guna membuat koneksi anatara pemilik perusahaan dan pers

7.      Press Interview

Hal ini dilakukan oleh pejabat suatu perusahaan dengan pers untuk melakukan wawancara atau interview yang bersifat personal atau pribadi.


 

 

 

 

 

BAB III

KOMUNIKASI DAN MEDIA MASSA


A.    KOMUNIKASI MASSA

Menurut Jalaludin Rakhmat, komunikasi massa merupakan komunikasi yang ditunjukkan kepada massa dengan menggunakann media elektronik melalui televisi. Namun pengertian tersebut merupakan pengertian lama, karena pada saat ini komunikasi massa tidak hanya disebar atau ditunjukkan melalui televisi saja melainkan ada yang lebih menyeluruh.

 

Komunikasi sendiri berjalan sesuai dengan berkembangnya pola pikir dan kemajuan teknologi yang berkembang pesat, komunikasi dalam hal ini disebut dengan komunikasi new media atau komunikasi dalam bentuk baru. Adanya komunikasi new media ditandai dengan adanya internet yang dengan cepat menyebarkan informasi secara meluas. Namun, disamping berkembangnya komunikasi dalam teknologi sering terjadi atau tersebarnya berita yang belum tentu benar adanya (Hoax).

 

Maka berarti komunikasi massa tidak hanya melalui televisi saja, melainkan dari berbagai macam media sesuai dengan berkembangnya zaman. Secara garis besar, komunikasi massa dapat dijelaskan sebagai sebuah komuniksi yang melibatkan media massa atau melalui media massa. Dapat juga dijelaskan bahwa komunikasi masa merupakan komunikasi yang bersifat dua arah yang terlembaga dan menggunakan media itu merupakan komunikasi massa.

 

  Komunikasi massa memiliki karateristik yang dijelaskan sebagai berikut :

1.      Komunikatornya melembaga

Komunikatornya melembaga seperti editor, redactor, produser dan lain sebagainya

2.      Pesannya bersifat universal serta tersebar serentak

Seperti siaran secara langsung yang terjadi pada hari itu dan disebar secara serentak pada hari itu juga

3.      Saluran media berupa cetak atau elektronik

Majalah atau media elektronik seperti radio,televise dan lain sebagainya

4.      Komunikasi tersebar di mana-mana, heterogrn dan anonym

Antara komunikan dan komunikator umumnya tidak saling mengenal

5.      Umpan balik tertunda (delayed feed back)

Seperti komentar atau durat pembaca

6.      Mempunyai efek secara individual dan sosial

Yaitu ketika adasatu informasi salah yang dapat menggemparkan dan memberikan efek atau dari sebuah film yang dilihat dari komunikasi massa

Komunikassi memberikan efek yang nyata bagi khalayak umum dari berbagai efek, yaitu:

1.      Efek ekonomis

Dalam efek ini memberikan peluang bagi masyarakat yang berbisnis untuk mempromosikan produknya melalui online secara luas

2.      Efek sosial

Dalam efek ini memeberikan pandangan kepada msyarakat luas mengenai gaya hidup yang dilihat melalui media massa yang juga dijadikan riset dalam masyarakat

3.      Penjadwalan kegiatan

Dalam hal ini kita dapat menjadwalkan segala kegiatan yang akan ditayangkan dalam media massa dan memeberitahukan kepada masyarakat mengenai jadwal tayang serta jamnya

4.      Perasaan terhadap jenis media

Memberi rasa penasaran kepada media massa terhadap jenis media massa yang semakin berkembang

 

B.     MEDIA MASSA

Secara umum media massa merupakan media yang digunakan dalam komunikasi massa.dengan menggunakan alat-alat seperti radio, televise dan film. Media massa memberikan informasi mengenai hal-hal yang terjadi dalam rana luas atau kepada buplik.

 

            Media massa sendiri memiliki karateristik yang dijelaskan sebagai berikut :

1.      Publisitas

Yaitu disebarluaskan kepada masyarakat umum atau dapat diakses oleh masyarakat

2.      Kontinuitas

Terbit sesuai periode yang dijadwalkan

3.      Periodisitas

Terbit secara konsisten atau berkala, seperti mingguan atau harian

4.      Aktualitas

Berisi informasi atau laporan-laporan terbaru

5.      Universalitas

Pesannya bersifat umum juga menyangkut kepentingan bersama dan di dengar oleh khalayak umum

 

Media massa terbagi menjadi 3 jenis yaitu media elektronik, cetak dan online

1.      Media elektronik

Yaitu media yang memiliki peran penting dalam perkembangannya. Yang isinya disebarluaskan melalui tiga kategori yaitu melalui suara (audio) seperti radio atau gambar hidup (vidio) seperti televise maupun film.

2.      Media cetak

Media yang disebar melalui bentuk kertas seperti majalah, Koran, tabloid dan lain sebagainya

3.      Media online

Yaitu media yang disebarluaskan melalui jaringan internet

 

Media massa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan dalam komuniasi massa, disamping itu media massa memilki fungsi lain seperti, pendidikan yang dapat disebarkan melalui media massa. Dalam media massa juga terdapat banyak informasi seputar beberapa hal yang sedang terjadi dan juga beberapa fungsi lainnya mengenai media massa. Namun, sebaik apapun media massa dalam menyalurkan informasi kita juga harus pandai dalam memilah informasi yang benar dan yang salah.


 

 


 

 

 

BAB IV

TEORI KOMUNIKASI KONTEPORER


A.    PENGERTIAN TEORI

Bidang kajian ilmu komunikasi sebagai salah satu ilmu pengetahuan sosial, pada dasarnya difokuskan pada pemahaman tentang tingkah laku manusia dalam menciptakan, mempertukarkan, dan menginterprestasikan pesan-pesan untuk tujuan tertentu. Teori-teori yang dihasilkanpun lazim disebut dengan teori retorika. 

 

Teori merupakan sekumpulan konstrak yang saling kait mengait dalam menjelaskan sebuah fenomena. Dan komunikasi merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk menghasilkan atau menyampaikan sebuah informasi.

 

B.     PENGERTIAN KOMUNIKASI KONTEPORER

Sedangkan yang akan di bahas pada materi ini adalah teori komunikasi kontemporer. Apa itu komuniasi kontemporer ? komunikasi kontemporer adalah perkembangan komunikasi yang terpengaruh oleh dampak modernisasi. Komunikasi kontemporer sering diidentik dengan Komunikasi Virtual, komunikasi virtual adalah proses penyampaian pesan yang dikirimkan melalui internet atau cyberspace.

Virtual merupakan hal tidak nyata yang digunakan untuk sebuah bayangan dunia nyata kedalam teknologi. Komunikasi virtual dipahami sebagai komunikasi maya yang terjadi di dalam internet yang bersifat interaktif.

 

C.    MODEL DAN JENIS KOMUNIKASI KONTEPORER           

Terdapat 3 model atau jenis dalam komunikasi kontemporer, yaitu :

 

1.      Email

Electronic Mail atau biasa disebut dengan Email merupakan pesan teks yang dikirimkan dari satu alamat internet ke alamat internet lain. Tidak hanya untuk mengirim pesan teks saja tetapi email dapat juga untuk mengirim file-file dalam tujuan tertentu

 

2.      Chatting

Chatting merupakan hal yang lazim pada zaman ini, chatting sendiri merupakan bentuk program internet dimana kita dapat mengenal orang lain walau dengan jarak jauh. Kita juga dapat berkomunikasi secara individu maupun berkelompok.

 

3.      Web

Web adalah sistem pengiriman dokumen tersebar yang berjalan di internet. Diamana bentuk informasinya dapat berupa gambar, teks, suara dan lain sebagainya. Web sendiri dapat diakses oleh perangkat lunak yang disebut dengan browser.

Beberapa alat yang digunakan untuk melakukan komunikasi kontemporer telah kita temui bahkan digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti telepon, handphone, televise, computer, radio, proyektor dan lain sebagainya

Disamping itu, komunikasi kontemporer sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai evaluasi pengguna agar menggunakannya dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Seperti kelebihannya yaitu sebagai media komunikasi yang interaktif yang terjadi langsung dalam komunikasinya serta dapat juga mengurangi konflik sosial, ekonomi dan politik. Namun kekurangannya adalah dapat menjadikan penggunaan internet menjadi suatu yang over atau lebih dan menjadikan dunia maya sebagai suatu penyaluran hasrat.

Maka dari itu, sebagai mahasiswa ilmu komunikasi pentingnya belajar mengenai teori komunikasi untuk dapat mengkaji dan mengolah adanya fenomena komunikasi yang ada di sekitar kita. Komunikasi memiliki sifat multifungsi atau disiplin yang dipengaruhi sosiologi, antropologi, psikologi dan berbagai ilmu lainnya. Tanpa sadar kita mempelajari ilmu lain yang telah menjadi satu dengan ilmu komunikasi.


 

 

 

 


 

BAB V

PERILAKU KOLEKTIF


A.    PENGERTIAN PERILAKU KOLEKTIF

Tindakan kolektif didefinisikan sebagai setiap tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan status, kekuasaan, atau pengaruh dari seluruh kelompok, bukan untuk seorang atau beberapa orang. Locher mendeskripsikan perbedaan gerakan sosial dari bentuk perilaku kolektif yang lainya seperti: crowd (kerumunan), riot (kerusuhan) dan rebel (penolakan, pembangkangan).

Perilaku kolektif merupakan tindakan menyimpang yang bisa saja dilakukan tanpa tujuan tertentu dan hanya untuk kesenangan semata. Perilaku ini juga merupakan perilaku yang tidak biasa, seluruh tindakan bersifat spontan dan anarkis. Rangsangan yang memicu terjadinnya perilaku kolektif dapat dari sebuah benda maupun ide secara tiba-tiba.

 

B.     TEORI-TEORI PERILAKU KOLEKTIF

Terdapat empat teori yang menjelasakn terjadinya perilaku kolektif, yaitu :

 

a.       Teori Emergent og Norm (Kemunculan Norma)

Teori ini muncul karena adanya norma baru dalam sebuah kelompok. Norma ini termasuk norma yang tidak stabil karena muncul karena sebuah respon terhadap faktor eksternal.

Norma ini terbentuk melalui pengalaman sebuah kelompok ketika individu menemukan diri mereka dalam situasi baru atau asing.

 

b.      Teori Value Added (Nilai Tambah)

Teori ini lazim digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mnyebut nilai akhir sebuah produk. Teori ini menjelaskan mengenai menjelaskan konsep terbentuknya prilaku kolektif. Masing masing tahap dalam pembentukan perilaku kolektif memberikan nilai tambah bagi tahap pembentukan berikutnya.

 

c.       Teori contagion (Penularan)

Teori ini terjadi karena adanya penyebaran perasaan atau sikap irisional secara cepat dalam kerumunan.

 

d.      Teori Difusi Tanggung Jawab (diffusion of responsibility) dan Deindividuasi (deindividuation)

Teori inin adalah kecenderungan seorang dalam kelompok untuk menghindari sebuah tindakan karena mereka mengasumsikan orang lain melakukannya.

 


C.    FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU KOLEKTIF

Smelser menyebutkan terdapat enam faktor yang menjadi penyebab perilaku kolektif yakni :

a.       Structural Conducivess (pengkondusifan struktur sosial)

Sebuah pemaksaan atas sebuah pola atau struktur baru dari pola atau stuktur yang lama sebagai alat melaksanakan tujuan tertentu penguasa.

 

b.      Structural strain(ketegangan pada struktur sosial) adalah sebuah keadaan di mana beberapa

struktur sosial yang telah ada baik keberadaannya didasarkan atas agama, pendidikan,

kekayaan, ataupun keturunan tidak lagi diakomodasikan pada berbagai

kepentingannya.

 

c.       Growth and spread of a generalized belief (muncul dan berkembangnya

sebuah kepercayaan umum) adalah sebuah kondisi di mana ada satu nilai sentral atau

tujuan utama dalam Masyarakat yang terbentuk ketika nilai-nilai tradisional hancur

beserta tujuan-tujuannya.

 

d.      Precipitating factor (pencetus faktor) adalah suatu kondisi di mana tatanan

sosial telah ambruk yangdibarengi dengan memudarnya nilai-nilai sosial.

 

e.       Mobilization of participants for action (mobilisasi massa untuk melakukan

tindakan) adalah sebuah pola pengumpulan massa melalui konsolidasi ikatan-ikatan

yang ada dalam Masyarakat.

 

f.       The operation of social control (pelaksanaan kontrol sosial) adalah

memudarnya kontrol terhadap Masyarakat yang dilakukan oleh pihak penguasa untuk mengantisipasi terjadinya sebuah gerakkan perlawanan oleh Masyarakat.

 

D.    PENGERTIAN GERAKAN SOSIAL

Gerakan sosial merupakan gerakan yang terbentuk berbalik arah dengan perilaku kolektif. Gerakan ini memiliki kepedulian terhadap lingkungan disekitarnya, segala rencananya bersifat terorganisir dengan tujuan yang jelas.

 

Ciri gerakan sosial

a.       Terdiri dari sejumlah orang

b.      Mempunyai tujuan tertentu

c.       Bersigat terorganisir

d.      Didukung dana yang cukup

 

 

 

 

 

 

BAB VI

PERUBAHAN SOSIAL


A.    PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL

Perubahan sosial dapat dijabarkan sebagai sebuah perubahan yang terjadi dalam ruang lingkup masyarakat, semakin bertambahnya masyarakat semakin maju pula pola pikirnya. Perubahan sosial dapat dikatakan pula sebagai fenomena kehidupan yang dialami oleh setiap masyarakat di manapun dan kapan pun. Apabila Anda membandingkan kehidupan dengan kehidupan saat ini perubahan sosial dapat dilihat dari segi apasaja, baik dalam tata cara pergaulan antara sesama anggota masyarakat sehari-hari, dalam cara berpakaian, dalam kehidupan keluarga, dalam kegiatan ekonomi atau mata pencaharian, dalam kehidupan beragama, dan seterusnya.

 

Berikut pandangan para ahli tentang perubahan sosial, antara lain :

1.  Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

2.  Mac Iver, perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan dalam interaksi sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.

3.  Selo Soemarjan, perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap dan perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

4.      William Ogburn, menjelaskan pengertian perubahan sosial dengan membuat batasan ruang lingkup perubahan tersebut. Ogburn menjelaskan perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan.

 

B.     KONSEP PERUBAHAN SOSIAL

Konsep konsep perubahan sosial dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.       Interalisasi

Yakni sebuah proses panjang yang terjadi sejak individu dilahirkan sampai meninggal.

2.       Sosialisasi

Yakni sebuah proses yang dialami oleh individu mulai dari masa anak-anak hingga masa tuanya, dimana individu mempelajari pola tindakan untuk berinteraksi dengan individu lain.

3.       Enkulturasi

Yakni sebuah proses individu menyesuaikan diri dengan adat istiadat, system norma dan aturan adat yang ada di sekitarnya.

4.       Difusi

Yakni sebuah penyebaran unsur kebudayaan hingga keseluruh dunia.

5.       Akulturasi   

Yakni sebuah proses dimana kebudayaan individu bertemu dengan kebudayaan asing yang lambat laun mulai diterima dan menjadi sebuah kebudayaan baru.

6.       Inovasi dan penemuan

Yakni sebuah proses pembaharuan dari sumber alam, energi, dan modal dengan menggunakan teknologi baru.

 

C.    BETUK PERUBAHAN SOSIAL

Bentuk bentuk perubahan sosial  yang terjadi dalam masyarakat dapat di bedakan atas

beberapa bentuk yaitu sebagai berikut:

a.       Perubahan Evolusi Dan Perubahan revolusi

Yang di maksut dengan perubahan evolusi adalah perubahan yang membutuhkan waktu yang cukup lambat dan tampa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan ini berlangsung mengikuti perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

b.      Perubahan Yang di Rencanakan dan Perubahan Yang Tidak di Rencanakan

Yang di maksut dengan perubahan evolusi adalah perubahan yang membutuhkan waktu yang cukup lambat dan tampa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan ini berlangsung mengikuti perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.


 

 

 


 

BAB VII

PERUBAHAN KEBUDAYAAN


A.    PENGERTIAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Sebenarnya apasih kebudayaan itu?, banyak yang memiliki tafsiran sendiri mengenai kebudayaan,ada yang bilang kebudayaan itu leluhur, adat-istiadat dan masih banyak lagi. Namun, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.

 

Perubahan manusia selalu diikuti oleh perubahan kebudayaan, begitupun juga sebaliknya. Perkembangan sendiri selalu diikuti perkembangan selanjutnya. Perubahan kebudayaan merupakan suatu keadaan dimana adanya ketidakselarasan antara suatu unsur- unsur budaya dalam masyarakat sehingga tercapai keadaan baru yang selaras. 

 

Terdapat juga beberapa pengertian perubahan kebudayaan menurut para ahli sebagai berikut :

1.      Max Iver mengemukakan bahwa perubahan sosial berarti perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.

2.      Gillin menyatakan bahwa perubahan sosial merupakan pariasi cara-cara hidup yang telah diterima baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuan baru dalam masyarakat.

3.      Kingsley Davis mengemukakan perubahan sosial sebagai perubahan yang terjadi dalam stuktur dan fungsi masyarakat.

4.      Selo Sumardjan mengartikan bahwa perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga - lembaga kemasyarakatan di dalam satuan masyarakat.

 

B.     UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Di dalam kebudayaan sendiri terdapat unsur-unsur yang terdapat didalmnya seperti:

1.      Sistem Bahasa

Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik.

 

2.      Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya. Banyak suku bangsa yang tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musim-musim apa berbagai jenis ikan pindah ke hulu sungai.

 

3.      Sistem Sosial

Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi sosial merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial.

4.      Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi

Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana

 

5.      Sistem Mata Pencaharian Hidup

Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

 

6.      Sistem Religi

Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentukbentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih primitif.

 

7.      Kesenian

Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.

 

C.    FAKTOR PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Terjadinya perubahan kebudayaan pasti dibarengi dengan beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi, diantaranya :

1.      Perubahan dalam masyarakat

Perubahan dalam masyarakat sendiri dapat dilihat dari beberapa faktor

a.       Perubahan penduduk

b.      Pemberontakan atau revolusi

c.       Peranan nilai yang diubah

d.      Peranan tokoh kharismatik

e.       Penemuan baru

 

2.      Perubahan diluar masyarakat

Faktor perubahan tersebut adalah

a.       Pengaruh lingkungan alam

b.      Kebudayaan masyarakat lain

c.       Peperangan

DAFTAR PUSTAKA

 

Sambas, SyukriadiSosiologi Komunikasi. Bandung : Pustaka Setia., 2015 

M.A, Mahyuddin. Sosiologi Komunikasi: (Dinamika Relasi Sosial di dalam Era Virtualitas). Makassar:Penerbit Shofia.,2019. (5- 6)

Bungin, Burhan. Sosiologi komunikasi: teori, paradigma dan diskursus teknologi komunikasi di masyarakat. Jakarta: Prenada Media Group, 2006.(27-31)

Cangara, H. Hafied. Pengantar ilmu komunikasi edisi revisi. PT. Rajagrafindo Persada. 2009(  https://www.academia.edu/download/58756905/Resensi_Buku_Pengantar_Ilmu_Komunikasi_Cangara.pdf diakses pada 19/03/2021)

Daryono. KOMUNIKASI ANTARPRIBADI PUSTAKAWAN DENGAN PEMUSTAKA DALAM MEMBERI LAYANAN JASA DI PERPUSTAKAAN. Jurnal Vol.1 No 33 Januari-Juni 2017 

Sendjaya, S. Djuarsa. Teori Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka, 1994. 

Mila. pengertian media massa serta jenis dan karateristiknya. public relation. (https://www.akudigital.com/bisnis-tips/pengertian-media-massa-serta-jenis-karateristiknya/ diakses pada 05/04/2021)

Romeltea. Media Massa: Pengertian, Karakteristik, Jenis, Fungsi, dan Peran. public relation (https://romeltea.com/media-massa-makna-karakter-jenis-dan-fungsi/ diakses pada 05/04/2021)

W kustiawan. Perkembangan teori komunikasi konteporer . jurnal.uinsu. 2019

arlita, cut. Komunikasi kontemporer. Blogspot. (http://arlitlita.blogspot.com/2015/09/komunikasi-kontemporer_39.html#:~:text=Teori%20komunikasi%20kontemporer%20merupakan%20perkembangan,melihat%20fenomena%20komunikasi%20tidak%20fragmatis.&text=Pendekatan%20dalam%20memahami%20komunikasi%20pun,dan%20model%20apa%20yang%20dipakai. Diakses pada 18/04/21)

Sendjaja, sasa djuarsa. Memahami teori komunikasi: pendekatan, pengertian, kerangka analisis, dan perspektif. SKOM4202/MODUL 1

Modul. Bab II Kerangka Teori. digilib.uinsby.ac.id.

Rochadi, AF Sigit. 2020. Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial. Bandung : CV Rasi Terbit. Hal 46-61

Haris Andi dkk. Mengenal Gerakan Sosial dalam Perspektif Ilmu Sosial. Journal of sociologi. Volume 1, issues 1,2019 .

Hendriyanto, Achmad Reza.  Kontruksi Sosial Perubahan Perilaku Suporter Persebaya. Jurnal Sosial dan Ilmu Politik.

Goa, Lorentius. “PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT” (n.d.): 15.

digilib.uinsby.ac.id “Bab 2 (1).Pdf,” n.d.

Kusnawi M tahir dkk. Modul 1 “IPEM4439-M1.Pdf,” n.d.

Haris, andi. Dkk. Mengenal Gerakan Sosial Dalam Perspektif Ilmu Sosial : Hasanudin Jurnal of Sociologi vol. 1, issues. 1. 2019. Hal 16

digilib.uinsby.ac.id. bab 2 Hal 25-28

Baharuddin. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan Kebudayaan. Jurnal iain Pontianak. Hal 185-187

https://www.coursehero.com/file/45231202/Pengertian-perubahan-kebudayaandoc/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MODUL

KATA PENGANTAR Alhamdulillah penulis panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah swt yang senantiasamemberikan rahmat serta hidayahnya se...