Alhamdulillah
penulis panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah swt yang
senantiasamemberikan rahmat serta hidayahnya sehingga saya dapat menulis modul
ini dengan sebaik mungkin.
Modul
ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas akhir mata kuliah sosiologi
komunikasi yang di ampu oleh Abu Amar Bustomi, M.Si selaku dosen mata kuliah
tersebut. modul ini juga disusun untuk membantu dalam pembelajaran. Modul ini
berisikan beberapa materi dasar yang dapat membantu dalam perkuliahan
komunikasi.
Dibalik
penyelesaian modul ini saya ucapkan banyak terimakasih terutama kepada bapak Abu
Amar Bustomi, M.Si yang telah memberikan materi pembelajaran yang bermanfaat
serta untuk teman-teman semua yang memberikan semangat. Penulis menyadari bahwa
masih banyak kekurangan, untuk itu penulis menerima kritik dan saran.
Mudah–mudahan modul ini dapat memberikan manfaat untuk pelajar.
Sidoarjo, 20 Juni 2021
Penulis
BAB I PENGERTIAN KOMUNIKASI
SOSIOLOGI DAN RUANG LINGKUP
PENGERTIAN SOSIOLOGI KOMUNIKASI
ALIRAN PEMIKIRAN YANG MELAHIRKAN
PARADIGMA SOSIOLOGI KOMUNIKASI
KONSEP DAN RUANG LINGKUP SOSIOLOGI
KOMUNIKASI
BAB II PENGERTIAN SISTEM
KOMUNIKASI, RELASI KOMUNIKASI antar PERSONAL & KOMUNIKASI INTERPERSONAL
PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI DAN SITEM JARINGAN
MEMBANGUN KOMUNIKASI DAN RELASI
KEGIATAN DAN PERAN MEDIA RELATION
BAB III KOMUNIKASI
DAN MEDIA MASSA
BAB IV TEORI KOMUNIKASI KONTEPORER
PENGERTIAN KOMUNIKASI KONTEPORER
MODEL DAN JENIS KOMUNIKASI
KONTEPORER
FAKTOR-FAKTOR
PENYEBAB PERILAKU KOLEKTIF
PENGERTIAN
PERUBAHAN KEBUDAYAAN
PENGERTIAN
SOSIOLOGI KOMUNIKASI DAN RUANG LINGKUP
A.
PENGERTIAN SOSIOLOGI KOMUNIKASI
Menurut Soejono Soekanto,
soisologi komunikasi merupakan ke khususan sosiologi mempelajari interaksi
sosial. Interaksi sosial merujuk pada suatu hubungan atau komunikasi yang
menimbulkan proses saling pengaruh mempengaruhi antar para individu, individu
dengan kelompok maupun antarkelompok, juga memilik kaitan public speaking yaitu
bagaimana seorang berbicara kepada publik.
Sosiologi komunikasi merupakan
studi multidisipliner yang melibatkan beberapa cabang ilmu, terutama cabang
ilmu komunikasi dan ilmu sosial. Hal ini bisa dilihat dari kajian komunikasi
sosial yang secara umum membahas keterkaitan antara proses komunikasi dan
proses sosial yang berlangsung dalam sistem sosial.
Dengan
begitu, bisa disimpulkan bahwa sosiologi komunikasi yaitu ilmu yang mempelajari
tentang ilmu komunikasi ditinjau dari segi sosiologis atau kemasyarakatan.
Para
ahli mengemukakan bahwa komunikasi masyarakat yang menjadi titik tolak
sosiologi komunikasi dijelaskan sebagai berikut :
a.
Komunikasi
antarpribadi, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh individu dengan individu
lainnya
b.
Komunikasi
kelompok, yaitu komunikasi yang dilakukan oleh beberapa orang dalam kelompok
kecil.
c.
Komunikasi
organisasi, yaitu lebih merujuk pada pola dan bentu komunikasi yang terjadi
dalam konteks jaringan organisasi.
d.
Komunikasi
sosial, yaitu bentuk komunikasi yang lebih intensif terjadi secara langsung
antara komunikator dan komunikan sehingga komunikasi berlangsung dua arah.
Komunikasi massa, yaitu
komunikasi yang berlangsung di tingkat masyarakat secara luas.
B.
ALIRAN PEMIKIRAN YANG MELAHIRKAN PARADIGMA SOSIOLOGI
KOMUNIKASI
·
Struktural-Fungsional
Struktur-Fungsioal lebih mengarah ke
Posotifistik atau lebih melihat kearah terukur bagaimana masyarakat dapat
terukur. Dengan para tokoh sosiologi :
1.
Augeste Comte
2.
Emile Durkheim
3.
Tlcot Parson
4.
Robert K. Merton
·
Konflik-Kritis
Lebih kepada kritikel atau artinya lebih
melihat fenomena komunikasi seperti suatau yang apaadanya. Artinya, ada
kepentingan dibalik itu. Dengan para tokoh sosiologi :
1.
Karl Marx
2.
Jurgen Habermas
3.
John Dewey
C.
KONSEP DAN RUANG LINGKUP SOSIOLOGI KOMUNIKASI
Secara umum
terdapat 6 ruang lingkup dalam sosiologi komunikasi yang dijelaskan sebagai
berikut :
1.
Telematika dan
Realitas
Segala interaksi atau komunikasi dapat
berupa telematika dan realitas yang menyangkut persoalan teknologi media yang
berpengaruh dengan perkembangan media masa.
2.
Efek Media
Perangkat kehidupan masyarakat yang
awalnya bersifat agraris berubah menjadi kota.
3.
Norma Sosial
Baru
Manusia mulai mengalami pola hidup yang
mulai bergeser, sehingga masyarakat mengalami pergeseran norma sosial hingga
menjadi norma baru.
4.
Cyber Community
Masyarakat mulai bergeser membentuk
komunitas yang berteknologi atau berkomunikasi melalui media teknologi.
5.
Perubahan Sosial
dan Komunikasi
Perubahan pada masyarakat yang mulai
terasa, sehingga yang dekat merasa jauh dan yang jauh merasa dekat karena
berkomunikasi melalui media masa.
6.
Hukum Bisnis
Media
Faktor perubahan sosial dan komunikasi yang akhirnya
menyebabkan munculnya hukum atau undang-undang IT.
Sedangkan menurut Burhan Bugin, terdapat 4 konsep
sekaligus ruang lingkup sosiologi komunikasi, yaitu:
a.
Sosiologi
Secara khusus kata sosial bertujuan
untuk mengartikan semua hal yang berhubungan dengan berbagai kejadian dalam
masyarakat, yaitu persekutuan atau perkumpulan manusia dalam meraih tujuan dan
memperbaiki kehidupan bersama.
Sosiologi sendiri adalah ilmu yang
mempelajari masyarakat,interaksi dan prosesyang melestarikan dan mengubahnya.
b.
Masyarakat
Sekelompok manusia yang hidup berdampingan
di suatu wilayah dan berhubungan saling timbal balik.
c.
Komunikasi
Media penyampaian pesan yang terdiri
dari beberapa unsur yakni komunikator, pesan, media, komunikan dan efek.
d.
Teknologi Media
Informasi
Media yang berupa online, cetak atau dari mulut ke
mulut untuk menyampaikan suatu informasi
PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI, RELASI
KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL & KOMUNIKASI INTERPERSONAL
A.
PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI DAN SITEM JARINGAN
Sistem komunikasi merupakan suatu peralatan yang mampu digunakan
untuk menghubungkan seseorang dengan orang lain yang terpisah jarak dan waktu.
Sedangkan, yang dimaksud dengan sistem jaringan merupakan system
yang digunakan untuk menggabungkan dua jaringan atau lebih yang terdapat dalam
jaringan komputer atau perangkat sehingga dapat bertukar maupun berbagi data.
Alat komunikasi yang
digunakan dapat berupa dalam berbagai hal berikut :
1.
Informasi Audio
Adalah penyampaian informasi melalui atau berupa suara
2.
Informasi Visual
Penyampaian informasi berupa gambar
3.
Informasi
Audio Visual
Penyampaian informasi berupa gabungan dari gambar dan suara
4.
Informasi
Teks
Penyampaian informasi berupa teks atau tulisan
B.
MEMBANGUN KOMUNIKASI DAN RELASI
Menurut KBBI, Relasi berarti hubungan; perhubungan; pertalian.
Jika digambarkan relasi merupakan suatau tindakan untuk menjalin suatu hubungan
dengan orang lain baik teman, keluarga, rekan atau yang lainnya.
Komunikasi yang baik
dapat digunakan untuk membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Umumnya
komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh satu
sama lain saat melakukan kegiatan komunikasi.
Ciri-ciri komunikasi
terbagi menjadi lima yaitu :
1. Lisan dan tulisan
2. Verbal dan non-verbal
3. Atas, bawah dan samping
4. Formal dan informal
5. Satu arah dan dua arah
Menurut Harold D. Lasswell, seorang peletak dasar ilmu
komunikasi menyebutkan terdapat tiga fungsi dasar manusia dalam berkomunikasi,
yaitu hasrat manusia untuk mengontrol lingkungannya, upaya manusia untuk dapat
beradaptasi dengan lingkungan, dan upaya manusia untuk melakukan transformasi
warisan sosialisasinya.
Ketiga fungsi tersebut menjadi patokan dasar bagi setiap
individu dalam menjalin hubungan dengan sesama anggota masyarakat. Sehingga
saat ini keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam mencapai sesuatu yang
diinginkan termasuk karir, banyak ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi.
Komunikasi antarpersonal lebih merujuk kepada bagaimanasuatu
hubungan dimulai dan bagaimana mempertahankan suatu hubungan itu.
Terdapat empat bentuk
komunikasi antarpersonal, yaitu :
· Inescapeble
Komunikasi
antarperonal tidak dapat dihindari. Artinya, setiap umat manusia pasti akan
melakukan yang namanya komunikasi.
· Irreversible
Komunikasi
antarpersonal tidak dapat ditarik kembali. Artinya, segala sesuatu yang
diucapkan kepada orang lain tidak dapat ditarik kembali, maka sebelum kita
melakukan komunikasi harusnya dapat memilah apa yang akan kita sampaikan kepada
lawan komunikasi.
· Complicated
Komunikasi
antarpesonal itu rumit karena melibatkan diri seorang yang harus dipersepsi
baik oleh diri sendiri maupun orang lain.
· Contextual
Komunikasi
antarpersoal kontekstual seperti onteks psikologi, budaya, lingkungan dan
konteks hubungan.
Komunikasi antarpersonal dilakukan dengan tujuan untuk memahami
dan dipahami oleh orang lain dan juga ingin diterima oleh orang lain yang
mungkin memperoleh sesuatu yang dapat dikerjakan secara bersam-sama.
Secara kontekstual komunikasi antarpribadi digunakan sebagai
alat komunikasi antara dua individu atau sedikit individu yang mana saling
berinteraksi antar kedua belah pihak sehingga yang dikomunikasikan dapat
dimengerti dan dilaksanakan.[2]
Judi C. Pearson (1983)
menyebutkan bahwa ada 6 (enam) karakteristik yang menentukan kegiatan dapat
disebut sebagai komunikasi antarpribadi yaitu:
1.
Komunikasi pribadi
dimulai dari diri sendiri (self). Maksudnya, berbagai persepsi komunikasi yang
menyangkut pengamatan dan pemahaman berangkat dari dalam diri kita, artinya
dibatasi oleh siapa diri kita dan bagaimana pengalaman kita.
2.
Komunikasi antarpribadi bersifat
transaksional. Anggapan ini mengacu pada tindakan pihak-pihak yang
berkomunikasi secara serempak menyampaikan dan menerima pesan.
3.
Komunikasi
antarpribadi mencakup aspek-aspek isi pesan dan hubungan antarpribadi. Maksudnya
komunikasi antarpribadi tidak hanya berkenaan dengan isi pesan yang
dipertukarkan, tetapi juga melibatkan siapa patner komunikasi kita dan
bagaimana hubungan kita dengan partner tersebut.
4.
Komunikasi
antarpribadi mensyaratkan adanya kedekatan fisik antara pihak-pihak yang
berkomunikasi.
5.
Komunikasi
antarpribadi melibatkan pihak-pihak yang saling tergantung satu dengan lainnya
(interdependen) dalam proses komunikasi.
6.
Komunikasi
antarpribadi tidak dapat diubah maupun diulang. Jika kita salah mengucapkan sesuatu
kepada partner komunikasi kita, mungkin kita dapat meminta maaf dan diberi
maaf, tetapi itu tidak berarti menghapus apa yang pernah kita ucapkan.
Demikian pula kita tidak dapat mengulang suatu pernyataan dengan
harapan untuk mendapatkan hasil yang sama, karena dalam proses komunikasi antar
manusia, hal ini akan sangat tergantung dari respons partner komunikasi kita.
E.
KEGIATAN DAN PERAN MEDIA RELATION
Kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh public relation yaitu :
1.
Press Conference
Hal yang dilakukan untuk klarifikasi atau memberikan informasi
kepada pers yang akan disampaikan kepada khalayak.
2. Press Briefing
Hal yang dilakukan oleh para pejabat perusahaan untuk memberikan
informasi kepada jurnalis. Pada hal ini para pejabat memiliki visi dan misi
serta akan mempromosikan program-program dari perusahaan kepada pers.
3. Press Tour
Dalam hal ini jurnalis datang dan diajak berkeliling dalam
perusaahaan.
4. Press Release
Seorang Public Relation harus pandai membuat release
5. Special Event
Diadakan saat perusahaan meluncurkan produk, perusahaan
baruataupun acara perusahaan yang dilakukan tanpa memungut biaya.
6. Press Luncheon
Mengundang jurnalis untuk makan siang bersama guna membuat
koneksi anatara pemilik perusahaan dan pers
7. Press Interview
Hal ini dilakukan oleh pejabat suatu perusahaan dengan pers
untuk melakukan wawancara atau interview yang bersifat personal atau pribadi.
Menurut Jalaludin Rakhmat, komunikasi massa
merupakan komunikasi yang ditunjukkan kepada massa dengan menggunakann media
elektronik melalui televisi. Namun pengertian tersebut merupakan pengertian
lama, karena pada saat ini komunikasi massa tidak hanya disebar atau
ditunjukkan melalui televisi saja melainkan ada yang lebih menyeluruh.
Komunikasi sendiri berjalan sesuai dengan
berkembangnya pola pikir dan kemajuan teknologi yang berkembang pesat,
komunikasi dalam hal ini disebut dengan komunikasi new media atau komunikasi
dalam bentuk baru. Adanya komunikasi new media ditandai dengan adanya internet
yang dengan cepat menyebarkan informasi secara meluas. Namun, disamping
berkembangnya komunikasi dalam teknologi sering terjadi atau tersebarnya berita
yang belum tentu benar adanya (Hoax).
Maka berarti komunikasi massa tidak hanya melalui
televisi saja, melainkan dari berbagai macam media sesuai dengan berkembangnya
zaman. Secara garis besar, komunikasi massa dapat dijelaskan sebagai sebuah
komuniksi yang melibatkan media massa atau melalui media massa. Dapat juga
dijelaskan bahwa komunikasi masa merupakan komunikasi yang bersifat dua arah
yang terlembaga dan menggunakan media itu merupakan komunikasi massa.
Komunikasi
massa memiliki karateristik yang dijelaskan sebagai berikut :
1.
Komunikatornya
melembaga
Komunikatornya
melembaga seperti editor, redactor, produser dan lain sebagainya
2.
Pesannya
bersifat universal serta tersebar serentak
Seperti siaran secara
langsung yang terjadi pada hari itu dan disebar secara serentak pada hari itu
juga
3.
Saluran media
berupa cetak atau elektronik
Majalah atau media
elektronik seperti radio,televise dan lain sebagainya
4.
Komunikasi
tersebar di mana-mana, heterogrn dan anonym
Antara komunikan dan
komunikator umumnya tidak saling mengenal
5.
Umpan balik
tertunda (delayed feed back)
Seperti komentar atau
durat pembaca
6.
Mempunyai efek
secara individual dan sosial
Yaitu ketika adasatu
informasi salah yang dapat menggemparkan dan memberikan efek atau dari sebuah
film yang dilihat dari komunikasi massa
Komunikassi memberikan efek yang nyata bagi khalayak
umum dari berbagai efek, yaitu:
1.
Efek ekonomis
Dalam efek ini
memberikan peluang bagi masyarakat yang berbisnis untuk mempromosikan produknya
melalui online secara luas
2.
Efek sosial
Dalam efek ini
memeberikan pandangan kepada msyarakat luas mengenai gaya hidup yang dilihat
melalui media massa yang juga dijadikan riset dalam masyarakat
3.
Penjadwalan
kegiatan
Dalam hal ini kita
dapat menjadwalkan segala kegiatan yang akan ditayangkan dalam media massa dan
memeberitahukan kepada masyarakat mengenai jadwal tayang serta jamnya
4.
Perasaan
terhadap jenis media
Memberi rasa penasaran
kepada media massa terhadap jenis media massa yang semakin berkembang
Secara umum media massa merupakan media yang
digunakan dalam komunikasi massa.dengan menggunakan alat-alat seperti radio,
televise dan film. Media massa memberikan informasi mengenai hal-hal yang
terjadi dalam rana luas atau kepada buplik.
Media
massa sendiri memiliki karateristik yang dijelaskan sebagai berikut :
1.
Publisitas
Yaitu disebarluaskan
kepada masyarakat umum atau dapat diakses oleh masyarakat
2.
Kontinuitas
Terbit sesuai periode
yang dijadwalkan
3.
Periodisitas
Terbit secara konsisten
atau berkala, seperti mingguan atau harian
4.
Aktualitas
Berisi informasi atau
laporan-laporan terbaru
5.
Universalitas
Pesannya bersifat umum
juga menyangkut kepentingan bersama dan di dengar oleh khalayak umum
Media massa terbagi
menjadi 3 jenis yaitu media elektronik, cetak dan online
1.
Media elektronik
Yaitu media yang
memiliki peran penting dalam perkembangannya. Yang isinya disebarluaskan
melalui tiga kategori yaitu melalui suara (audio) seperti radio atau gambar
hidup (vidio) seperti televise maupun film.
2.
Media cetak
Media yang disebar
melalui bentuk kertas seperti majalah, Koran, tabloid dan lain sebagainya
3.
Media online
Yaitu media yang
disebarluaskan melalui jaringan internet
Media massa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan
dalam komuniasi massa, disamping itu media massa memilki fungsi lain seperti,
pendidikan yang dapat disebarkan melalui media massa. Dalam media massa juga
terdapat banyak informasi seputar beberapa hal yang sedang terjadi dan juga
beberapa fungsi lainnya mengenai media massa. Namun, sebaik apapun media massa
dalam menyalurkan informasi kita juga harus pandai dalam memilah informasi yang
benar dan yang salah.
Bidang kajian ilmu
komunikasi sebagai salah satu ilmu pengetahuan sosial, pada dasarnya difokuskan
pada pemahaman tentang tingkah laku manusia dalam menciptakan, mempertukarkan,
dan menginterprestasikan pesan-pesan untuk tujuan tertentu. Teori-teori yang
dihasilkanpun lazim disebut dengan teori retorika.
Teori merupakan
sekumpulan konstrak yang saling kait mengait dalam menjelaskan sebuah fenomena.
Dan komunikasi merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih untuk menghasilkan atau menyampaikan sebuah informasi.
B.
PENGERTIAN KOMUNIKASI KONTEPORER
Sedangkan yang akan di
bahas pada materi ini adalah teori komunikasi kontemporer. Apa itu komuniasi
kontemporer ? komunikasi kontemporer adalah
perkembangan komunikasi yang
terpengaruh oleh dampak modernisasi. Komunikasi kontemporer sering diidentik dengan Komunikasi Virtual, komunikasi virtual adalah proses
penyampaian pesan yang dikirimkan melalui internet atau cyberspace.
Virtual merupakan hal
tidak nyata yang digunakan untuk sebuah bayangan dunia nyata kedalam teknologi.
Komunikasi virtual dipahami sebagai komunikasi maya yang terjadi di dalam
internet yang bersifat interaktif.
C.
MODEL DAN JENIS KOMUNIKASI KONTEPORER
Terdapat 3 model atau jenis dalam
komunikasi kontemporer, yaitu :
1.
Email
Electronic Mail atau biasa disebut
dengan Email merupakan pesan teks yang dikirimkan dari satu alamat internet ke
alamat internet lain. Tidak hanya untuk mengirim pesan teks saja tetapi email
dapat juga untuk mengirim file-file dalam tujuan tertentu
2.
Chatting
Chatting merupakan hal yang lazim pada
zaman ini, chatting sendiri merupakan bentuk program internet dimana kita dapat
mengenal orang lain walau dengan jarak jauh. Kita juga dapat berkomunikasi secara
individu maupun berkelompok.
3.
Web
Web adalah sistem
pengiriman dokumen tersebar yang berjalan di internet. Diamana bentuk
informasinya dapat berupa gambar, teks, suara dan lain sebagainya. Web sendiri
dapat diakses oleh perangkat lunak yang disebut dengan browser.
Beberapa alat yang digunakan untuk melakukan
komunikasi kontemporer telah kita temui bahkan digunakan dalam kehidupan
sehari-hari seperti telepon, handphone, televise, computer, radio, proyektor
dan lain sebagainya
Disamping itu, komunikasi kontemporer sendiri
memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai evaluasi pengguna agar menggunakannya
dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan. Seperti kelebihannya yaitu sebagai
media komunikasi yang interaktif yang terjadi langsung dalam komunikasinya
serta dapat juga mengurangi konflik sosial, ekonomi dan politik. Namun
kekurangannya adalah dapat menjadikan penggunaan internet menjadi suatu yang
over atau lebih dan menjadikan dunia maya sebagai suatu penyaluran hasrat.
Maka dari itu, sebagai mahasiswa ilmu komunikasi
pentingnya belajar mengenai teori komunikasi untuk dapat mengkaji dan mengolah
adanya fenomena komunikasi yang ada di sekitar kita. Komunikasi memiliki sifat
multifungsi atau disiplin yang dipengaruhi sosiologi, antropologi, psikologi
dan berbagai ilmu lainnya. Tanpa sadar kita mempelajari ilmu lain yang telah
menjadi satu dengan ilmu komunikasi.
A.
PENGERTIAN PERILAKU KOLEKTIF
Tindakan kolektif
didefinisikan sebagai setiap tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan
status, kekuasaan, atau pengaruh dari seluruh kelompok, bukan
untuk seorang atau beberapa orang. Locher
mendeskripsikan perbedaan gerakan sosial dari bentuk perilaku kolektif yang
lainya seperti: crowd (kerumunan), riot (kerusuhan) dan rebel (penolakan,
pembangkangan).
Perilaku kolektif merupakan tindakan menyimpang yang
bisa saja dilakukan tanpa tujuan tertentu dan hanya untuk kesenangan semata.
Perilaku ini juga merupakan perilaku yang tidak biasa, seluruh tindakan
bersifat spontan dan anarkis. Rangsangan yang memicu terjadinnya perilaku
kolektif dapat dari sebuah benda maupun ide secara tiba-tiba.
B.
TEORI-TEORI PERILAKU KOLEKTIF
Terdapat empat teori yang menjelasakn terjadinya perilaku
kolektif, yaitu :
a.
Teori Emergent og Norm
(Kemunculan Norma)
Teori ini muncul karena adanya norma baru dalam sebuah kelompok. Norma
ini termasuk norma yang tidak stabil karena muncul karena sebuah respon
terhadap faktor eksternal.
Norma ini terbentuk melalui pengalaman sebuah kelompok ketika individu
menemukan diri mereka dalam situasi baru atau asing.
b.
Teori Value Added (Nilai
Tambah)
Teori ini lazim digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mnyebut nilai akhir
sebuah produk. Teori ini menjelaskan mengenai menjelaskan konsep terbentuknya
prilaku kolektif. Masing masing tahap dalam pembentukan perilaku kolektif
memberikan nilai tambah bagi tahap pembentukan berikutnya.
c.
Teori contagion
(Penularan)
Teori ini terjadi karena adanya penyebaran perasaan atau sikap irisional
secara cepat dalam kerumunan.
d.
Teori Difusi Tanggung Jawab (diffusion of responsibility) dan Deindividuasi (deindividuation)
Teori inin adalah kecenderungan seorang dalam kelompok untuk menghindari
sebuah tindakan karena mereka mengasumsikan orang lain melakukannya.
C.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERILAKU
KOLEKTIF
Smelser menyebutkan terdapat enam faktor yang menjadi
penyebab perilaku kolektif yakni :
a.
Structural Conducivess (pengkondusifan
struktur sosial)
Sebuah
pemaksaan atas sebuah pola atau struktur baru dari pola atau stuktur yang lama
sebagai alat melaksanakan tujuan tertentu penguasa.
b.
Structural strain(ketegangan pada
struktur sosial) adalah sebuah keadaan di mana beberapa
struktur
sosial yang telah ada baik keberadaannya didasarkan atas agama, pendidikan,
kekayaan,
ataupun keturunan tidak lagi diakomodasikan pada berbagai
kepentingannya.
c.
Growth and spread of a
generalized belief (muncul dan berkembangnya
sebuah
kepercayaan umum) adalah sebuah kondisi di mana ada satu nilai sentral atau
tujuan
utama dalam Masyarakat yang terbentuk ketika nilai-nilai tradisional hancur
beserta
tujuan-tujuannya.
d.
Precipitating factor (pencetus faktor)
adalah suatu kondisi di mana tatanan
sosial
telah ambruk yangdibarengi dengan memudarnya nilai-nilai sosial.
e.
Mobilization of
participants for action (mobilisasi massa untuk melakukan
tindakan)
adalah sebuah pola pengumpulan massa melalui konsolidasi ikatan-ikatan
yang ada
dalam Masyarakat.
f.
The operation of social
control (pelaksanaan kontrol sosial) adalah
memudarnya
kontrol terhadap Masyarakat yang dilakukan oleh pihak penguasa untuk
mengantisipasi terjadinya sebuah gerakkan perlawanan oleh Masyarakat.
Gerakan sosial
merupakan gerakan yang terbentuk berbalik arah dengan perilaku kolektif.
Gerakan ini memiliki kepedulian terhadap lingkungan disekitarnya, segala
rencananya bersifat terorganisir dengan tujuan yang jelas.
Ciri gerakan sosial
a.
Terdiri dari sejumlah orang
b.
Mempunyai tujuan tertentu
c.
Bersigat terorganisir
d.
Didukung dana yang cukup
A.
PENGERTIAN PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan
sosial dapat dijabarkan sebagai sebuah perubahan yang terjadi dalam ruang
lingkup masyarakat, semakin bertambahnya masyarakat semakin maju pula pola pikirnya.
Perubahan sosial dapat dikatakan
pula sebagai fenomena kehidupan yang dialami oleh setiap masyarakat di manapun
dan kapan pun. Apabila Anda membandingkan kehidupan dengan kehidupan saat
ini perubahan sosial dapat dilihat dari segi apasaja, baik dalam tata cara
pergaulan antara sesama anggota masyarakat sehari-hari, dalam cara
berpakaian, dalam kehidupan keluarga, dalam kegiatan ekonomi atau
mata pencaharian, dalam kehidupan beragama, dan seterusnya.
Berikut pandangan para ahli tentang perubahan
sosial, antara lain :
1. Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahan
yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
2. Mac Iver, perubahan sosial merupakan
perubahan-perubahan dalam interaksi sosial (social relation) atau perubahan
terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
3. Selo Soemarjan, perubahan sosial adalah perubahan
pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi
sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap dan perilaku diantara
kelompok-kelompok dalam masyarakat.
4.
William Ogburn,
menjelaskan pengertian perubahan sosial dengan membuat batasan ruang lingkup
perubahan tersebut. Ogburn menjelaskan perubahan sosial mencakup unsur-unsur
kebudayaan.
Konsep konsep perubahan sosial
dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Interalisasi
Yakni sebuah proses panjang yang
terjadi sejak individu dilahirkan sampai meninggal.
2. Sosialisasi
Yakni sebuah proses yang dialami
oleh individu mulai dari masa anak-anak hingga masa tuanya, dimana individu
mempelajari pola tindakan untuk berinteraksi dengan individu lain.
3. Enkulturasi
Yakni sebuah proses individu
menyesuaikan diri dengan adat istiadat, system norma dan aturan adat yang ada
di sekitarnya.
4. Difusi
Yakni sebuah penyebaran unsur
kebudayaan hingga keseluruh dunia.
5. Akulturasi
Yakni sebuah proses dimana
kebudayaan individu bertemu dengan kebudayaan asing yang lambat laun mulai
diterima dan menjadi sebuah kebudayaan baru.
6. Inovasi
dan penemuan
Yakni sebuah proses pembaharuan
dari sumber alam, energi, dan modal dengan menggunakan teknologi baru.
Bentuk bentuk perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat dapat di
bedakan atas
beberapa bentuk yaitu sebagai
berikut:
a. Perubahan
Evolusi Dan Perubahan revolusi
Yang di maksut dengan perubahan evolusi adalah
perubahan yang membutuhkan waktu yang cukup lambat dan tampa ada kehendak
tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan ini berlangsung
mengikuti perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha masyarakat
dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
b. Perubahan
Yang di Rencanakan dan Perubahan Yang Tidak di Rencanakan
Yang di maksut dengan perubahan evolusi adalah
perubahan yang membutuhkan waktu yang cukup lambat dan tampa ada kehendak
tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan ini berlangsung
mengikuti perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha masyarakat
dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
A.
PENGERTIAN PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Sebenarnya apasih kebudayaan itu?, banyak yang
memiliki tafsiran sendiri mengenai kebudayaan,ada yang bilang kebudayaan itu
leluhur, adat-istiadat dan masih banyak lagi. Namun, menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI) kebudayaan adalah keseluruhan pengetahuan manusia
sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta
pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.
Perubahan manusia selalu diikuti
oleh perubahan kebudayaan, begitupun juga sebaliknya. Perkembangan sendiri
selalu diikuti perkembangan selanjutnya. Perubahan
kebudayaan merupakan suatu keadaan dimana adanya ketidakselarasan antara suatu
unsur- unsur budaya dalam masyarakat sehingga tercapai keadaan baru yang
selaras.
Terdapat juga beberapa pengertian perubahan
kebudayaan menurut para ahli sebagai berikut :
1. Max
Iver mengemukakan bahwa perubahan sosial berarti perubahan dalam hubungan
sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.
2. Gillin
menyatakan bahwa perubahan sosial merupakan pariasi cara-cara hidup yang telah
diterima baik karena perubahan kondisi geografis, kebudayaan material,
komposisi penduduk, idiologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuan baru
dalam masyarakat.
3. Kingsley
Davis mengemukakan perubahan sosial sebagai perubahan yang terjadi dalam
stuktur dan fungsi masyarakat.
4. Selo
Sumardjan mengartikan bahwa perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga -
lembaga kemasyarakatan di dalam satuan masyarakat.
Di dalam
kebudayaan sendiri terdapat unsur-unsur yang terdapat didalmnya seperti:
1. Sistem Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk
memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan
sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut
dengan istilah antropologi linguistik.
3. Sistem
Sosial
Unsur
budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi sosial merupakan usaha
antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui
berbagai kelompok sosial.
4. Sistem
Peralatan Hidup dan Teknologi
Perhatian
awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur
teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan
sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana
5. Sistem
Mata Pencaharian Hidup
Mata
pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian
penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian
mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem
perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
6. Sistem
Religi
Dalam
usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal
mula religi, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di
luar Eropa adalah sisa dari bentukbentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh
umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih primitif.
7. Kesenian
Perhatian
ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai
aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Penulisan etnografi awal
tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan
proses pembuatan benda seni. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga
meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu
masyarakat.
C.
FAKTOR PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Terjadinya
perubahan kebudayaan pasti dibarengi dengan beberapa faktor yang menyebabkan
hal itu terjadi, diantaranya :
1. Perubahan dalam masyarakat
Perubahan dalam masyarakat sendiri dapat dilihat dari beberapa
faktor
a.
Perubahan penduduk
b.
Pemberontakan atau
revolusi
c.
Peranan nilai yang
diubah
d.
Peranan tokoh
kharismatik
e.
Penemuan baru
2. Perubahan diluar masyarakat
Faktor perubahan tersebut adalah
a.
Pengaruh lingkungan
alam
b.
Kebudayaan masyarakat
lain
c.
Peperangan
Sambas, Syukriadi. Sosiologi
Komunikasi. Bandung : Pustaka Setia., 2015
M.A, Mahyuddin. Sosiologi
Komunikasi: (Dinamika Relasi Sosial di dalam Era Virtualitas).
Makassar:Penerbit Shofia.,2019. (5- 6)
Bungin, Burhan. Sosiologi
komunikasi: teori, paradigma dan diskursus teknologi komunikasi di
masyarakat. Jakarta: Prenada
Media Group, 2006.(27-31)
Cangara,
H. Hafied. Pengantar ilmu komunikasi edisi revisi. PT.
Rajagrafindo Persada. 2009( https://www.academia.edu/download/58756905/Resensi_Buku_Pengantar_Ilmu_Komunikasi_Cangara.pdf
diakses pada 19/03/2021)
Daryono. KOMUNIKASI
ANTARPRIBADI PUSTAKAWAN DENGAN PEMUSTAKA DALAM MEMBERI LAYANAN JASA DI
PERPUSTAKAAN. Jurnal Vol.1 No 33 Januari-Juni 2017
Sendjaya,
S. Djuarsa. Teori Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka,
1994.
Mila.
pengertian media massa serta jenis dan karateristiknya. public relation. (https://www.akudigital.com/bisnis-tips/pengertian-media-massa-serta-jenis-karateristiknya/ diakses
pada 05/04/2021)
Romeltea. Media Massa: Pengertian, Karakteristik, Jenis, Fungsi,
dan Peran. public relation (https://romeltea.com/media-massa-makna-karakter-jenis-dan-fungsi/ diakses
pada 05/04/2021)
W
kustiawan. Perkembangan teori komunikasi
konteporer . jurnal.uinsu. 2019
arlita,
cut. Komunikasi kontemporer.
Blogspot. (http://arlitlita.blogspot.com/2015/09/komunikasi-kontemporer_39.html#:~:text=Teori%20komunikasi%20kontemporer%20merupakan%20perkembangan,melihat%20fenomena%20komunikasi%20tidak%20fragmatis.&text=Pendekatan%20dalam%20memahami%20komunikasi%20pun,dan%20model%20apa%20yang%20dipakai. Diakses pada 18/04/21)
Sendjaja,
sasa djuarsa. Memahami teori komunikasi:
pendekatan, pengertian, kerangka analisis, dan perspektif. SKOM4202/MODUL 1
Modul.
Bab II Kerangka Teori. digilib.uinsby.ac.id.
Rochadi,
AF Sigit. 2020. Perilaku Kolektif dan
Gerakan Sosial. Bandung : CV Rasi Terbit. Hal 46-61
Haris
Andi dkk. Mengenal Gerakan Sosial dalam
Perspektif Ilmu Sosial. Journal of sociologi. Volume 1, issues 1,2019
.
Hendriyanto,
Achmad Reza. Kontruksi Sosial Perubahan Perilaku Suporter Persebaya. Jurnal Sosial
dan Ilmu Politik.
Goa, Lorentius. “PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN
BERMASYARAKAT” (n.d.): 15.
digilib.uinsby.ac.id
“Bab 2 (1).Pdf,” n.d.
Kusnawi
M tahir dkk. Modul 1 “IPEM4439-M1.Pdf,” n.d.
Haris,
andi. Dkk. Mengenal Gerakan Sosial Dalam
Perspektif Ilmu Sosial : Hasanudin Jurnal of Sociologi vol. 1, issues. 1.
2019. Hal 16
digilib.uinsby.ac.id.
bab 2 Hal 25-28
Baharuddin. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial dan
Kebudayaan. Jurnal iain Pontianak. Hal 185-187
https://www.coursehero.com/file/45231202/Pengertian-perubahan-kebudayaandoc/
