Minggu, 30 Mei 2021

PERUBAHAN SOSIAL

     Perubahan sosial dapat dijabarkan sebagai sebuah perubahan yang terjadi dalam ruang lingkup masyarakat, semakin bertambahnya masyarakat semakin maju pula pola pikirnya. Perubahan sosial dapat dikatakan pula sebagai fenomena kehidupan yang dialami oleh setiap masyarakat di manapun dan kapan pun. Apabila Anda membandingkan kehidupan dengan kehidupan saat ini perubahan sosial dapat dilihat dari segi apasaja, baik dalam tata cara pergaulan antara sesama anggota masyarakat sehari-hari, dalam cara berpakaian, dalam kehidupan keluarga, dalam kegiatan ekonomi atau mata pencaharian, dalam kehidupan beragama, dan seterusnya.[1]

  •       Berikut pandangan para ahli tentang perubahan sosial, antara lain :

1.     Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.

2.    Mac Iver, perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan dalam interaksi sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.

3.    Selo Soemarjan, perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap dan perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

4.     William Ogburn, menjelaskan pengertian perubahan sosial dengan membuat batasan ruang lingkup perubahan tersebut. Ogburn menjelaskan perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan.[2]

 

  • Konsep konsep perubahan sosial dapat dijelaskan sebagai berikut :

1.    Interalisasi

Yakni sebuah proses panjang yang terjadi sejak individu dilahirkan sampai meninggal.

2.    Sosialisasi

Yakni sebuah proses yang dialami oleh individu mulai dari masa anak-anak hingga masa tuanya, dimana individu mempelajari pola tindakan untuk berinteraksi dengan individu lain.

3.      Enkulturasi

Yakni sebuah proses individu menyesuaikan diri dengan adat istiadat, system norma dan aturan adat yang ada di sekitarnya.

4.      Difusi

Yakni sebuah penyebaran unsur kebudayaan hingga keseluruh dunia.

5.     Akulturasi    

Yakni sebuah proses dimana kebudayaan individu bertemu dengan kebudayaan asing yang lambat laun mulai diterima dan menjadi sebuah kebudayaan baru.

6.       Inovasi dan penemuan

Yakni sebuah proses pembaharuan dari sumber alam, energi, dan modal dengan menggunakan teknologi baru.

 

  • Bentuk bentuk perubahan sosial  yang terjadi dalam masyarakat dapat di bedakan atas

beberapa bentuk yaitu sebagai berikut:

a.       Perubahan Evolusi Dan Perubahan revolusi

Yang di maksut dengan perubahan evolusi adalah perubahan yang membutuhkan waktu yang cukup lambat dan tampa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan ini berlangsung mengikuti perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

 b.      Perubahan Yang di Rencanakan dan Perubahan Yang Tidak di Rencanakan

Yang di maksut dengan perubahan evolusi adalah perubahan yang membutuhkan waktu yang cukup lambat dan tampa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan ini berlangsung mengikuti perkembangan masyarakat, yaitu sejalan dengan usaha masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.[3]


Refrensi :


[1] Kusnawi M tahir dkk. Modul 1“IPEM4439-M1.Pdf,” n.d.

[2] Lorentius Goa, “PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT” (n.d.): 15.

[3] digilib.uinsby.ac.id“Bab 2 (1).Pdf,” n.d.

Senin, 10 Mei 2021

SISTEM KOMUNIKASI DESA DAN KOTA

 Literatur :

https://books.google.co.id/books?id=on4eAAAAMAAJ&q=sistem+komunikasi+kota+dan+desa&dq=sistem+komunikasi+kota+dan+desa&hl=en&newbks=1&newbks_redir=1&printsec=frontcover&sa=X&ved=2ahUKEwiU2_Pt7cDwAhVn_XMBHThaA5wQ6AEwA3oECAUQAg (BOOK)


https://books.google.co.id/books?id=1SGQAAAAMAAJ&q=sistem+komunikasi+kota+dan+desa&dq=sistem+komunikasi+kota+dan+desa&hl=en&newbks=1&newbks_redir=1&printsec=frontcover&sa=X&ved=2ahUKEwiU2_Pt7cDwAhVn_XMBHThaA5wQ6AEwAHoECAEQAg (BOOK)


Vidio :

https://www.youtube.com/watch?v=aBRq0B0vNXQ 

https://www.youtube.com/watch?v=vLNPaPcfdWQ 

Minggu, 09 Mei 2021

PERILAKU KOLEKTIF

Tindakan kolektif didefinisikan sebagai setiap tindakan yang bertujuan untuk meningkatkan status, kekuasaan, atau pengaruh dari seluruh kelompok, bukan untuk seorang atau beberapa orang. Locher mendeskripsikan perbedaan gerakan sosial dari bentuk perilaku kolektif yang lainya seperti: crowd (kerumunan), riot (kerusuhan) dan rebel (penolakan, pembangkangan).

·         Teori-teori perilaku kolektif

a.       Teori Emergent og Norm (Kemunculan Norma)

Teori ini muncul karena adanya norma baru dalam sebuah kelompok. Norma ini termasuk norma yang tidak stabil karena muncul karena sebuah respon terhadap faktor eksternal.

Norma ini terbentuk melalui pengalaman sebuah kelompok ketika individu menemukan diri mereka dalam situasi baru atau asing.

 

b.      Teori Value Added (Nilai Tambah)

Teori ini lazim digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mnyebut nilai akhir sebuah produk. Teori ini menjelaskan mengenai menjelaskan konsep terbentuknya prilaku kolektif. Masing masing tahap dalam pembentukan perilaku kolektif memberikan nilai tambah bagi tahap pembentukan berikutnya.

 

c.       Teori contagion (Penularan)

Teori ini terjadi karena adanya penyebaran perasaan atau sikap irisional secara cepat dalam kerumunan.

 

d.      Teori Difusi Tanggung Jawab (diffusion of responsibility) dan Deindividuasi (deindividuation)

Teori inin adalah kecenderungan seorang dalam kelompok untuk menghindari sebuah tindakan karena mereka mengasumsikan orang lain melakukannya.

 

·         Smelser menyebutkan terdapat enam faktor yang menjadi penyebab perilaku kolektif yakni :

a.       Structural Conducivess (pengkondusifan struktur sosial)

Sebuah pemaksaan atas sebuah pola atau struktur baru dari pola atau stuktur yang lama sebagai alat melaksanakan tujuan tertentu penguasa.

 

b.      Structural strain(ketegangan pada struktur sosial) adalah sebuah keadaan di mana beberapa

struktur sosial yang telah ada baik keberadaannya didasarkan atas agama, pendidikan,

kekayaan, ataupun keturunan tidak lagi diakomodasikan pada berbagai

kepentingannya.

 

c.       Growth and spread of a generalized belief (muncul dan berkembangnya

sebuah kepercayaan umum) adalah sebuah kondisi di mana ada satu nilai sentral atau

tujuan utama dalam Masyarakat yang terbentuk ketika nilai-nilai tradisional hancur

beserta tujuan-tujuannya.

 

d.      Precipitating factor (pencetus faktor) adalah suatu kondisi di mana tatanan

sosial telah ambruk yangdibarengi dengan memudarnya nilai-nilai sosial.

 

e.       Mobilization of participants for action (mobilisasi massa untuk melakukan

tindakan) adalah sebuah pola pengumpulan massa melalui konsolidasi ikatan-ikatan

yang ada dalam Masyarakat.

 

f.       The operation of social control (pelaksanaan kontrol sosial) adalah

memudarnya kontrol terhadap Masyarakat yang dilakukan oleh pihak penguasa untuk mengantisipasi terjadinya sebuah gerakkan perlawanan oleh Masyarakat.

 

·         Ciri gerakan sosial

a.       Terdiri dari sejumlah orang

b.      Mempunyai tujuan tertentu

c.       Bersigat terorganisir

d.      Didukung dana yang cukup


 

Refrensi :

Modul. Bab II Kerangka Teori. digilib.uinsby.ac.id.

Rochadi, AF Sigit. 2020. Perilaku Kolektif dan Gerakan Sosial. Bandung : CV Rasi Terbit. Hal 46-61

Haris Andi dkk. Mengenal Gerakan Sosial dalam Perspektif Ilmu Sosial. Journal of sociologi. Volume 1, issues 1,2019 .

Hendriyanto, Achmad Reza.  Kontruksi Sosial Perubahan Perilaku Suporter Persebaya. Jurnal Sosial dan Ilmu Politik.

MODUL

KATA PENGANTAR Alhamdulillah penulis panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah swt yang senantiasamemberikan rahmat serta hidayahnya se...